Wednesday, 27 July 2016

Sematkan Doa dalam Nama


Tanggal 23 Juli 2016 kemaren genap Faza berusia 14 hari, selama itu pula sudah aku menjadi seorang ayah dengan tanggung jawab yang baru yaitu bagaimana menjadikan anak lelaki kami sebagai seorang yang sholeh dan berakhlakul karimah. Nama laki-laki yang sepertinya masih belum umum di lingkunganku yaitu Faza. Mungkin jika mendengar nama itu orang-orang langsung berasumsi nama Faza adalah nama gabungan dari nama ku dan istri. Jika pendapatnya demikian bisa dikatakan benar juga karena pada dasarnya nama ini kami ambil salah satu alasannya kami mau menyematkan nama depan kami sebagai orang tuanya. Nama Faza juga mengandung arti yang lebih dari sekedar singkatan nama, yaitu berasal dari bahasa Arab yang berarti sukses, sedangkan Zhafran berarti keberuntungan. Nama bagi kami adalah sebuah doa yang harus dibuat sebaik mungkin yang diharapkan dapat menjadi seseorang sebagaimana doa tersebut. Akhirnya kami sepakat memberinya nama Muhammad Faza Zhafran. Nabi Muhammad SAW adalah pedoman dan panutan seluruh umat beriman di dunia, maka sudah sepantasnya nama laki-laki menggunakan nama Muhammad sebagaimana yang tercantum dalam Al-Quran surah Al Ahzaab ayat 21 :


 لَقَدْ كانَ لَكُمْ في‏ رَسُولِ اللهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كانَ يَرْجُوا اللهَ وَ الْيَوْمَ الْآخِرَ وَ ذَكَرَ اللهَ كَثيراً

"Sesungguhnya adalah bagi kamu pada Rasulullah itu teladan yang baik; Bagi barangsiapa yang mengharapkan Allah dan Hari Kemudian dan yang banyak ingat kepada Allah." ( Ayat 21 )  

Nama Muhammad Faza Zhafran mengandung doa besar dari kami sebagai orang tua yang berharap atas ridho-Nya semoga dia menjadi anak yang terpuji, teladan bagi saudara-saudara muslimnya, sukses dan beruntung dunia dan akhirat. Semoga Allah SWT mengabulkan seluruh doa dan harapan kita semua. Aamin ya Rabbalalamiin

Monday, 25 July 2016

Alternatif Obat Jerawat Alami yang Jarang Diketahui


Jerawat adalah suatu keadaan ketika pori-pori kulit tersumbat sehingga menimbulkan kantung nanah yang meradang. Jerawat disebut juga acne vulgaris.
Ada empat hal yang berhubungan dengan patofisiologis acne vulgaris, yaitu :
1.  Kenaikan eksresi dari sebum atau sebore. Hal ini mungkin disebabkan karena konversi dari hormon testosteron ke bentuk yang lebih aktif 5 alfa dihidrotes-tosteron.
2.      Hiperkeratinisasi dari saluran pilosebasea.
3.      Proliferasi dari kuman Propionibacterium acnes.
4.      Adanya peradangan yang disebabkan karena dihasilkannya faktor-faktor kemotaktik, protease dan aktivasi dari komplemen.
Empat faktor utama yang terlibat dalam pembentukan lesi jerawat yaitu peningkatan produksi sebum, peluruhan keratinosit, pertumbuhan bakteri, dan peradangan. Peningkatan aktivitas androgen pada masa pubertas memicu pertumbuhan kelenjar sebasea
dan produksi sebum
ditingkatkan. (Bergfeld, 2004 ; Dipiro dkk., 2009). Sebum terdiri dari gliserida, ester lilin, squalene, dan kolesterol. Gliserida diubah menjadi asam lemak bebas dan gliserol oleh lipase, yang merupakan produk dari Propionibacterium acnes. Asam lemak bebas dapat mengiritasi dinding folikel dan menyebabkan peningkatan pergantian sel dan peradangan (Dipiro dkk., 2009).
Terapi untuk penyakit kulit ini menggunakan berbagai obat anti jerawat yang pada dasarnya digunakan untuk mengurangi terjadinya inflamasi pada lesi jerawat dan juga mengurangi potensi infeksi akibat bakteri jerawat. Suatu alternatif terapi dengan obat berbahan dari alam juga sering digunakan, sebut saja menggunakan air perasan jeruk nipis yang langsung dioleskan pada bagian kulit berjerawat. Hal ini cukup beralasan karena air jeruk nipis diketahui mengandung senyawa antioksidan dan antiinflamasi. Salah satu hasil penelitian oleh Joo SS dkk dari Research Institute of Veterinary Medicine, Chungbuk National University menyebutkan ekstrak tumbuhan Selaginella involvens atau yang kita kenal sebagai tumbuhan paku, cukup efektif sebagai antiinflamasi pada lesi jerawat. Hal ini terbukti dari studi in vitro yang dilakukan yaitu efektif dalam menghambat model sel pada produksi nitric oxide (NO) dan eksresi sel IL-1 beta. IL-1 alpha dan IL-8 cytokin yang distimulasi dengan Propionibacterium acnes yang merupakan pemicu munculnya respon jerawat juga dihambat. Hasil ini cukup menggembirakan dan dapat menjadi rujukan terapi alternatif untuk jerawat dengan mengoleskan ekstrak dari tanaman tersebut pada lesi jerawat.
Biodiversitas menjelaskan Selaginella involvens tumbuh dinegara Indonesia dan negara-negara Malesia yang tersebar menjadi banyak spesies dibergabai pulau di Indonesia. Selaginella involvens dapat tumbuh diberbagai iklim dan tanah dengan keanekaragaman tertinggi di hutan huan tropis. Metabolit sekunder utama yang terkandung di dalamnya adalah biflavonoid. Selain itu juga alkaloid, steroid dan glongan tannin (Setyawan dan Darusman - Biodiversitas)

Sumber :
1.      Bergfeld, W.F, 2004, The Pathophysiology of Acne Vulgaris in Children and Adolescents, Part 1, Continuing Medical Education, Vol. 74, 92-97

Ramuan Alami Menurunkan Kolesterol Darah

Berbagai ahli mendefinisikan penyakit kolesterol atau hiperkolesterolemia merupakan keadaan dimana kolesterol didalam darah berada pada tingkatan diatas normal. Berbagai istilah yang menggambarkan kolesterol yaitu :
Kolesterol LDL atau Low Density Lipoprotein adalah sejenis kolesterol yang berbahaya, karena jenis kolesterol ini jika kadarnya tinggi  menimbulkan resiko tinggi pula menimbulakan penyakit jantung dan stroke. Kadar yang baik dari kolesterol ini adalah kurang dari 100 mg/dL, untuk ukuran normal antara 100 – 129 mg/dL, ukuran yang cukup antara 130 – 150 mg/dL, ukuran yang tinggi antara 160 – 180 mg/dL dan ukuran yang paling tinggi mencapai angka lebih dari 190 mg/dL.
Kolesterol HDL atau Hight Density Lipoprotein adalah kolesterol yang baik, karena kolesterol jenis ini dapat membuang atau mengurangi kolesterol jahat yang berlebihan pada pembuluh darah. Kadar normal dari kolesterol ini adalah 40 – 50 mg/dL serta antara 20 – 60 mg/dL.
Trigliserida adalah suatu jenis lemak yang ada dalam darah serta terdapat dalam berbagai organ tubuh. Beberapa faktor yang dapat memicu trigliserida dalam aliran darah adalah obesitas/kegemukan, gula, mengonsumsi alkohol, serta makanan yang berlemak. Kadar normal dari kolesterol ini adalah kurang dari 150 – 199 mg/dL, kadar tinggi antara 200 – 499 mg/dL dan kadar paling tinggi apabila mencapai angka 500 mg/dL.

Ukuran kadar kolesterol normal menurut WHO :
1.   Kurang dari 200 mg/dL, ukuran ini merupakan takaran kadar kolesterol yang normal. Artinya jumlah kadar kolesterol LDL, HDL, serta Trigliselida masih kurang dari angka 200 mg/dL. Jika hal itu terjadi maka resiko terkena penyakit jangtung akan semakin tipis atau sedikit.
2.   Berada pada angka 200 – 239 mg/dL, ukuran ini masih tergolong kolesterol cukup.
3.   Lebih dari ukuran 240 mg/dL merupakan ukuran kadar kolesterol yang tinggi, hal ini dapat memicu penyakit jantung korener.

Perkembangan informasi mendorong perkembangan pengobatan berbasis herbal, salah satunya pengembangan obat untuk mendestruksi kolesterol darah. Penemuan yang cukup menggembirakan dewasa ini berupa formula antikolesterol alami dengan menggabungkan berbagai tumbuhan berkhasiat anti kolesterol cukup efektif untuk digunakan sebagai alternatif pengobatan. Formula tersebut terdiri dari umbi bawang putih, jahe, lemon, madu dan cuka apel. Profil masing-masing bahan yaitu :

Bawang Putih :
Bawang putih memiliki kemampuan yang cukup untuk menurunkan trigliserida darah dan kadar kolesterol total dan mengurangi pembentukan plak pada arteri.

Jahe :
Aktivitas jahe sebagai penurun kolesterol dengan menghambat sintesis tromboksan yang mengawali  terbentuknya pembekuan. Jahe bersama trombosit juga menghambat penggumpalan dalam darah. Jadi jahe menghambat pembekuan darah dalam dua cara.  Jahe juga meningkatkankekuatan jantung. Para ilmuwan menyebut jahe agen tonik jantung karena kemampuannyadalam meningkatkan produksi energi di dalam hati dan dalam meningkatkan pemompaankalsium dalam jantung yang diperlukan agar jantung bekerja optimal.

Lemon :
Lemon mengandung mineral esensial penting yang dikenal sebagai magnesium. Jantung tidak dapat berfungsi dengan baik tanpamineral ini. Kurangnya magnesium dapat menyebabkan denyut jantung tidak teratur, yang dikenal sebagai aritmia. Lemon memiliki aktivitas antioksidan yang dapat melawan radikal bebas yang merusak. Radikal bebas dapat menyebabkanperkembangan penyakit dan kondisi kronis seperti penyakit jantung, stroke, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi dan diabetes.

Madu :
Dalam kombinasi ini madu digunakan sebagai asupan untuk meningkatkan ketersediaan nutrisi makanan pada pembuluh darah dan jaringan tubuh.

Cuka Sari Apel :
Cuka sari apel dapat secara efektif membersihkan arteri Anda.  Cuka sari apel juga mengandung magnesium, kalium & banyak mineral lainnya,vitamin & enzim.

Prosedur pembuatan :

Bahan :
a.       1 kg bawang putih
b.      1 kg jahe
c.       1 kg jeruk nipis/lemon
d.      1 botol cuka apel (300 mL)
e.       1 botol madu (500 mL)

Cara Membuat :
a.       Haluskan jahe dengan blender (tambahkan air 2 gelas) kemudian disaring, ambil air persannya.
b.      Blender bawang putih dengan air perasan jahe
c.       Campurkan 300 mL air cuka dan air perasan lemon pada campuran diatas.
d.      Panaskan dengan panci tanah/non aluminium selama kurang lebih 30 menit.
e.       Setelah dingin masukkan madu 500 mL.
f.       Masukkan ramuan tersebut kedalam botol.
g.      Minum ramuan tersebut 1 sendok makan setiap bangun tidur sebelum sarapan pagi.


Sunday, 24 July 2016

Pemanfaatan Gel Lidah Buaya Sebagai Anti Radang Topikal



Lidah Buaya (Aloe vera; Latin : Aloe barbadensis Milleer) adalah sejenis tumbuhan yang sudah dikenal sejak ribuan tahun silam dan digunakan sebagai penyubur rambut, penyembuh luka, dan untuk perawatan kulit. Tumbuhan ini dapat ditemukan dengan mudah di kawasan kering di Afrika.

Secara umum, Lidah Buaya merupakan satu dari 10 jenis tanaman terlaris di dunia yang mempunyai potensi untuk dikembangkan sebgai tanaman obat dan bahan baku industri. Berdasarkan hasil penelitian tanaman ini kaya akan kandungan zat-zat seperti enzim, asam amino, mineral, vitamin, polisakarida dan komponen lain yang sangat bermanfaat bagi kesehatan. Lidah buaya telah lama dimanfaatkan dalam dunia farmasi dan kosmetik, diantaranya yang dikenal luas adalah pemanfaatannya untuk bahan penyubur rambut. 

Lidah buaya dengan tekstur lembut dan sensasi dingin juga dipercaya mampu mengurangi bengkak/radang topikal. Radang merupakan bagian dari proses inflamasi upaya tubuh untuk perlindungan diri, tujuannya adalah untuk menghilangkan rangsangan berbahaya, termasuk sel-sel yang rusak, iritasi, atau patogen dan memulai proses penyembuhan. Radang pada kulit disebabkan oleh berbagai sebab diantaranya pengaruh benturan, sengatan hewan, luka dan berbagai pemicu lain yang mengiritasi kulit.

Ekstrak lidah buaya dalam bentuk gel telah diujikan pada kaki tikus yang diinduksi dengan karagenin menunjukkan penurunan radang kaki tikus dan penurunan migrasi neutrofil. Ekstrak cair lidah buaya menghambat prostaglandin produksi E2  dari asam arakhidonat. Kandungan kimia tersari dari ekstrak etanol lidah buaya diketahui mengandung saponin, karbohidrat naftaquinon, sterol, triterpenoid dan antrakuinon. Kesimpulannya penggunaan gel lidah buaya yang diaplikasikan pada kondisi radang pada kulit efektif dapat menurunkan radang pada uji praklinik (tikus). Sehingga dasar penelitian ini dapat menjadi informasi pada masyarakat untuk dapat memanfaatkan potensi tanaman ini untuk pengobatan radang.

Thursday, 21 July 2016

Manfaat Obat-Obatan yang Diriwayatkan Dalam Al-Qur'an

Kuasa Allah SWT yang maha dahsyat telah  memberikan semua yang dibutuhkan oleh umat manusia, tak ada satu ciptaannya pun yang tidak bermanfaat. Semua yang Allah ciptakan selalu memiliki khasiat dan manfaatnya masing-masing. Diantara berbagai manfaat ciptaan Allah SWT yang tertulis dan diriwayatkan oleh Nabi Muhammad SAW di dalam Al-Qur’an yaitu :

1.      Madu


وَأَوْحَى رَبُّكَ إِلَى النَّحْلِ أَنِ اتَّخِذِي مِنَ الْجِبَالِ بُيُوتًا وَمِنَ الشَّجَرِ وَمِمَّا يَعْرِشُونَ  ثُمَّ كُلِي مِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ فَاسْلُكِي سُبُلَ رَبِّكِ ذُلُلًا يَخْرُجُ مِنْ بُطُونِهَا شَرَابٌ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ فِيهِ شِفَاءٌ لِلنَّاسِ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآَيَةً لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ 

Dalam ayat-68-69 surah An-Nahl, Allah Swt. berfirman: “Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibuat manusia. Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Rabbmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia….”(QS. An-Nahl [16]: 68-69.

Ayat tersebut secara jelas menggambarkan bahwa kepantasan lebah menjadi salah satu nama surah dalam Al-Quran itu disebabkan manfaat yang bisa diperoleh dari lebah tersebut, yakni berupa madu yang dapat dijadikan sebagai obat. Pada awalnya mungkin banyak orang yang tidak yakin bahwa madu bisa menjadi obat. Namun, dalam perkembangannya kemudian, para ahli kedokteran telah membuktikan bahwa madu memang bisa dijadikan obat. Adapun beberapa khasiat madu yang dihasilkan lebah adalah sebagai sumber energi, penyembuh luka, membunuh kuman/bakteri, antioksidan dan antiaging.

2.      Buah Pisang

Buah Pisang adalah buah yang disebut dalam Al Qur'an sebagai salah satu buah-buahan surga. Seperti dalam QS. Al-Waqi'ah ayat 29. Dalam surat tersebut Allah berfirman :

وَطَلْحٍ مَّنضُودٍ

"Dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya)" (QS. Al-Waqi'ah : 29)

Seperti semua karunia lainnya, buah pisang yang dinikmati para penghuni surga tentu akan jauh lebih sempurna dari pisang yang dapat dibayangkan kini tersedia di dunia. Betapapun, pisang-pisang yang tersedia di surga tidak pernah jadi busuk dan akan memiliki rasa dan wangi yang tidak mungkin kita bayangkan sekarang. Namun, di dunia ini pun Allah sudah menciptakan sejenis buah yang sangat mirip dengan yang ada di surga dan telah menyediakannya untuk kita.

Buah Pisang adalah buah yang sangat bergizi, terdiri atas air (75%), protein (1.3%) dan lemak (0.6%). Tiap buah pisang juga mengandung karbohidrat dan potassium dalam jumlah cukup. Di samping menolong menyembuhkan banyak penyakit, pisang sangat dianjurkan untuk penyembuhan demam, gangguan sistem kerja pencernaan, kejang-kejang, dan terkilir. Tingginya jumlah potassium yang dikandungnya (0.24%) memfasilitasi pembuangan ampas dari tubuh.

3.      Buah Zaitun

Dalam QS. An-Nahl ayat 11, Allah berfirman :

يُنۢبِتُ لَكُم بِهِ ٱلزَّرْعَ وَٱلزَّيْتُونَ وَٱلنَّخِيلَ وَٱلْأَعْنَٰبَ وَمِن كُلِّ ٱلثَّمَرَٰتِ ۗ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَةً لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ


"Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanam-tanaman; zaitun, korma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan." (QS. An-Nahl : 11)


Manfaat buah zaitun tidak hanya terbatas pada asam linoleik. Misalnya, unsur klorin yang dikandungnya dapat meningkatkan fungsi liver lebih sempurna, sehingga dengan begitu memfasilitasi tubuh dalam mengeluarkan bahan buangan. Karena juga memberi sumbangan pada kerangka tubuh, buah zaitun dengan demikian membuat tubuh jadi kuat dan panjang usia. Unsur-unsur tersebut juga baik untuk serabut arteri otak.

Selain manfaat-manfaat yang sudah disebutkan itu, minyak zaitun adalah sumber penting bagi gizi manusia. Berbeda dengan mentega padat, minyak zaitun tidak meninggikan tingkat kolesterol di dalam darah; sebaliknya minyak ini tetap mengendalikannya. Karena itu, para dokter sangat menganjurkan pemakaian zaitun dalam hal masak-memasak. Sementara itu, apakah dalam keadaan panas atau dingin, minyak zaitun mengurangi jumlah asam pencernaan dan dengan demikian melindungi perut dari penyakit-penyakit radang usus dan sakit mag. Minyak zaitun juga membuat teraturnya gerakan kantong empedu.

Contoh Makalah Masuk S2 MMF UGM (Pengalaman 2012)


KORELASI IKLIM ORGANISASI PADA INSTALASI FARMASI
RUMAH SAKIT TERHADAP KEPUASAN PASIEN

I.      PENDAHULUAN
I.1  Latar Belakang
Pelayanan farmasi rumah sakit merupakan salah satu kegiatan di rumah sakit yang menunjang pelayanan kesehatan yang bermutu. Keputusan Menteri Kesehatan nomor : 1333/Menkes/SK/XII/1999 tentang Standar Pelayanan Rumah Sakit, yang menyebutkan bahwa pelayanan farmasi rumah sakit adalah bagian yang tidak terpisahkan dari sistem pelayanan kesehatan rumah sakit yang berorientasi kepada pelayanan pasien dan penyediaan obat yang bermutu (Depkes RI, 2006).
Tuntutan pasien dan masyarakat akan mutu pelayanan farmasi, mengharuskan adanya perubahan pelayanan dari paradigma lama drug oriented ke paradigma baru patient oriented dengan filosofi Pharmaceutical Care (pelayanan kefarmasian). Praktek pelayanan kefarmasian merupakan kegiatan yang terpadu dengan tujuan untuk mengidentifikasi, mencegah dan menyelesaikan masalah obat dan masalah yang berhubungan dengan kesehatan. Pelayanan farmasi mengarah pada tingkat kesempurnaan pelayanan dalam menimbulkan kepuasan pasien sesuai dengan tingkat kepuasan rata-rata masyarakat, serta penyelenggaraannya sesuai dengan standar pelayanan profesi yang ditetapkan serta sesuai dengan kode etik profesi farmasi (Depkes RI, 2006).
Pengelolaan sumberdaya manusia dapat dijadikan tolok ukur prestasi organisasi dalam menciptakan kebutuhan organisasi, yakni tenaga kerja yang terjamin disiplin kerja dan komitmennya. Disiplin kerja yang terorganisir bukanlah suatu kebutuhan saja, tetapi merupakan suatu acuan dalam penentuan penerimaan dan kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di rumah sakit.
Fenomena di atas menarik untuk dikaji sebab hal tersebut secara langsung berimplikasi terhadap terciptanya keberlangsungan dan eksistensi peran farmasis di rumah sakit. Hal tersebut menjadi latar belakang penulisan makalah tentang korelasi iklim organisasi pada instalasi farmasi rumah sakit terhadap kepuasan pasien.
I.2  Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan makalah ini yaitu :
1.    Menjelaskan manfaat organisasi sebagai suatu pembentuk sistem yang baik dalam pelayanan kefarmasian di instalasi farmasi rumah sakit.
2.    Menjelaskan hubungan erat antara organisasi dalam instalasi farmasi terhadap  kepuasan pasien.

I.3  Perumusan Masalah
Masalah-masalah yang dibahas dalam makalah ini yaitu :
1.    Apa manfaat organisasi yang baik terhadap proses pelayanan kefarmasian di rumah sakit?
2.    Bagaimana korelasi antara organisasi dalam instalasi farmasi sehingga dapat meningkatkan kepuasan pasien?

II.    ISI
II.1 Organsiasi Instalasi Farmasi Rumah Sakit
Farmasi rumah sakit merupakan suatu departemen di dalam rumah sakit yang dipimpin oleh apoteker. Apoteker bertanggung jawab atas seluruh pekerjaan serta pelayanan kefarmasian, yang terdiri dari pengawasan pembuatan obat di rumah sakit, meyediakan dan mengawasi kebutuhan obat, perencanaan, mengorganisasi, menentukan kebijakan apotek rumah sakit, memberikan informasi obat (konsultasi  obat), ikut memberikan program pendidikan dan pelatihan kepada perawat dan pelaksanaan keputusan komisi farmasi dan terapi (Anief, 2005).
Pelayanan farmasi diselenggarakan dengan visi, misi, tujuan, dan bagan organisasi yang mencerminkan penyelenggaraan berdasarkan filosofi pelayanan kefarmasian. Bagan organisasi adalah bagan yang menggambarkan pembagian tugas, koordinasi dan kewenangan serta fungsi. Kerangka organisasi minimal mengakomodasi penyelenggaraan pengelolaan perbekalan, pelayanan farmasi klinik dan manajemen mutu, dan harus selalu dinamis sesuai perubahan yang dilakukan yang tetap menjaga mutu sesuai harapan pelanggan (Depkes RI, 2006).
Struktur keorganisasian dalam instalasi farmasi rumah sakit (IFRS) memiliki beberapa kriteria (kualifikasi) sebagai pemegang jabatan atau pelaksana pelayanan kefarmasian. Kualifikasi tersebut dapat dilihat pada tabel 1.
Tabel 1. Kualifikasi Sumber Daya Manusia (Depkes RI, 2005)

JABATAN
FUNGSI
KUALIFIKASI
Kepala Instalasi Farmasi
Mengorganisir & mengarahkan
Apoteker, Apt S2, Kursus manajemen sesuaikan Akreditasi IFRS
Koordinator
Mengkoordinir beberapa penyelia
Apoteker, Ap S2, Kursus sesuai ruang lingkup
Penyelia/ Supervisor
Menyelia beberapa pelaksana ( 3-5 pelaksanan perlu 1 penyelia)
Apoteker, Kursus Farmasi Rumah Sakit.
Pelaksana Teknis Kefarmasian
Melaksanakan Tugas tertentu
Apoteker, Sarjana Farmasi, Asisten Apoteker

II.2 Hubungan Organisasi dan Kepuasan Pasien
Organsasi memiliki peranan yang vital dalam pelaksanaan pelayanan kepada pasien. Menulusuri manfaat yang diberikan oleh adanya iklim organisasi dalam suatu instansi Rumah Sakit maka manfaat organisasi tersebut sebagai berikut :
a.    Organisasi sebagai penuntun pencapaian tujuan.
Pencapaian tujuan akan lebih efektif dengan adanya organisasi yang baik. Organisasi dapat menciptakan keteraturan dalam proses pelayanan pasien dalam instalasi farmasi rumah sakit. Sebagaimana tercantum dalam Standar Pelayanan Farmasi di Rumah Sakit, tujuan pelayanan farmasi adalah melangsungkan pelayanan farmasi yang optimal baik dalam keadaan biasa maupun dalam keadaan gawat darurat sesuai dengan keadaan pasien maupun fasilitas yang tersedia, menyelenggarakan kegiatan pelayanan professional berdasarkan prosedur kefarmasian dan etik profesi, melaksanakan KIE (Komunikasi Informasi dan Edukasi) mengenai obat, menjalankan pengawasan obat berdasarkan aturan-aturan yang berlaku, melakukan dan memberi pelayanan bermutu melalui analisa, mengawasi dan memberi pelayanan bermutu melalui analisa, telaah dan evaluasi pelayanan, serta mengadakan penelitian di bidang farmasi dan peningkatan metode (Depkes RI, 2006).
Fungsi pengorganisasian meliputi aktivitas dalam penentuan dan perhitungan kegiatan dalam mencapai tujuan. Mengelompokkan aktivitas yang sama dalam suatu kesatuan dan menempatkan seorang manajer  bermutu dengan diberi wewenang dan tanggung jawab yang diperlukan dalam mencapai tujuan. Semua tujuan pelayanan farmasi di atas akan terlaksana sebagaimana yang diharapkan jika dalam struktur keorganisasian instalasi farmasi tersebut memiliki manajemen yang baik, terkelola secara teratur dan memiliki komitmen yang tinggi dari setiap pihak yang terlibat (farmasis) (Anief, 2005).
b.    Organisasi sebagai pembentuk kedisiplinan dan Komitmen
Pelaksanaan pelayanan kefarmasian yang baik harus dijalankan secara terorganisir dan terpadu oleh petugas kefarmasian, khususnya instalasi farmasi rumah sakit. Organisasi  berperan untuk meningkatkan kegunaan segala sumber dan faktor yang menentukan bagi berhasilnya proses manajemen terutama dengan memperhatikan fungsi dan dinamika organisasi atau birokrasi dalam rangka untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Kultur dan etika perilaku organisasi yang dimiliki harus dapat mencerminkan nilai utama dari organisasi (misi organisasi) dan tuntunan dalam membuat keputusan sesuai dengan kewenangan yang mereka miliki dalam bekerja. Secara bersama-sama manajemen dan karyawan harus membangun suatu hal yang positif untuk berkembangnya rasa memiliki akan suatu organisasi yang sehat yang ditopang oleh kultur yang kuat (Amrizal, 2004).
 Iklim organisasi yang baik dalam unit instalasi farmasi akan menimbulkan suasana kerja yang teratur dan tercipta kedisiplinan dari semua pihak yang berperan disana. Sebuah organisasi dibuat berdasarkan aturan-aturan yang ditetapkan bersama dan tentu saja harus dengan penuh komitmen dalam menjalankannya. Implementasi dari sistem dan prosedur ini ialah adanya ketetapan mengenai tata cara, sistem, dan birokrasi. Sikap disiplin yang tinggi sering dihubungkan  juga memiliki komitmen yang tinggi. Untuk itu perlu digarisbawahi untuk menumbuhkan tingkat kedisiplinan yang tinggi maka perlu komitmen yang kuat oleh masing-masing petugas yang terlibat di dalamnya. Penatalaksanaan organisasi di instalasi farmasi erat hubungannya dalam pencapaian pelayanan yang prima terhadap pasien (Amrizal, 2004).
Pelayanan kesehatan yang bermutu adalah pelayanan kesehatan yang dapat memuaskan setiap pemakai jasa pelayanan sesuai dengan tingkat kepuasan rata-rata penduduk serta penyelenggaraannya sesuai dengan kode etik dan standar pelayanan yang telah ditetapkan. Unsur penting dalam upaya peningkatan pelayanan kesehatan adalah tingkat kepuasan pasien sebagai pengguna jasa dan pemenuhan standar pelayanan yang telah ditetapkan. Memahami kebutuhan dan keinginan konsumen dalam hal ini pasien adalah hal penting yang mempengaruhi kepuasan pasien. Pasien yang puas merupakan aset yang sangat berharga karena apabila pasien puas mereka akan terus melakukan pemakaian terhadap jasa pilihannya (Azwar, 1996).
Sistem organisasi yang baik yang diterapkan pada instalasi farmasi rumah sakit tercermin dalam menjalankan struktur keorganisasian sesuai dengan birokrasi yang telah disepakati. Sistem merupakan kumpulan bagian-bagian yang berhubungan dan membentuk kesatuan yang kompleks dan masing-masing bagian bekerjasama, bebas dan terkait dalam mencapai kesatuan sasaran dalam situasi yang kompleks. Sistem yang baik ditandai dengan adanya orientasi atas sasaran berupa tingkah laku yang terarah, adanya kesatuan dan kebersamaan, dan adanya mekanisme pengawasan, yaitu adanya kekuatan untuk menjaga sistem tersebut (Anief, 2005). Birokrasi yang baik dalam suatu pelayanan kefarmasian yang ditandai dengan pelayanan yang dilaksanakan sesuai dengan pembagian job kerja masing-masing petugas. Setiap individu memiliki tanggung jawab yang tinggi terhadap pekerjaan yang diemban. Tanggung jawab yang dilandasi disiplin dan komitmen kuat akan menghasilkan suatu layanan yang dapat diterima baik oleh pasien. Organisasi yang baik pada instalasi farmasi dapat memunculkan suatu lingkungan kerja yang dinamis, sehingga setiap pekerjaan dilakukan secara tepat dan efisien yang berujung pada pencapaian kepuasan pasien terhadap layanan yang diberikan.

III.   Kesimpulan
Kesimpulan dari makalah ini yaitu :
1.    Organisasi memiliki manfaat yang besar sebagai pembentuk sistem yang baik dalam pelayanan kefarmasian di instalasi farmasi rumah sakit.
2.    Organisasi berkorelasi terhadap kepuasan pasien yaitu akan menumbuhkan disiplin kerja dan komitmen kuat terhadap pekerjaan sehingga pelayanan kefarmasian kepada pasien akan meningkat.

DAFTAR PUSTAKA
Amrizal., 2004, Membangun Kultur dan Etika Internal Organisasi yang Anti Kecurangan, pengendali Teknis Pada Direktorat Investigasi BUMN dan BUMD Deputi Bidang Investigasi, Jakarta.

Anief, M., 2005, Manajemen Farmasi, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Azwar, S., 1996, Sikap Manusia, Teori, dan Pengukurannya, Edisi II, Pustaka Pelajar, Jakarta.

Depkes RI., 2006, Standar pelayanan farmasi Di rumah sakit, Direktorat jenderal Bina kefarmasian dan alat kesehatan Departemen kesehatan RI, Jakarta.