Showing posts with label Journey. Show all posts
Showing posts with label Journey. Show all posts

Friday, 17 June 2016

Denpasar, Belajar dan Liburan

>

Denpasar, 25-28 Juni 2016 dilaksanakan kunjungan kerja kolaborasi Clinical Intructor dan Clinical Teacher bersama rombongan RSUD Ulin Banjarmasin di RSUP Sanglah, Denpasar. Bali yang terkenal dengan panorama alam dan ragam budaya nya sudah terkenal keseluruh negeri yang terbukti dengan tingginya kunjungan turis mancanegara disana. Pembelajaran singkat 4 hari di Bali memberikan pengalaman dan pengetahuan baru bagi kami dari Perguruan Tinggi guna menjadi CT yang baik dan profesional. Disamping pembelajaran tentu wisata alam dan touring kota Bali suatu al yang sayang sekali untuk dilewatkan. 
berikut rangkuman hasil diskusi bersama rekan-rekan di RSUD Ulin Banjarmasin dan RSUP Sanglah Denpasar, Bali :
Seminar dan Diskusi di RSUD Ulin Banjarmasin (25 Juni 2016)
1.     Clinical Instructor (CI) dari Rumah Sakit dan Clinical Teacher (CT) dari institusi pendidikan harus berkolaborasi guna mencapai kompetensi yang diharapkan.
2.     Tanggung jawab CI adalah langsung bukan delegasi
3.     CI harus melimpahkan tanggung jawab ke CI lain di Rumah Sakit jika CI berhalangan atau mahasiswa praktik di shift berbeda (misal shift sore).
4.     Ada kontraktual tertulis pelimpahan tanggung jawab CI satu ke CI lainnya.
5.     CI dan CT memiliki tanggung jawab pada kompetensi mahasiswa.
6.     Perlu dibuat buku panduan mahasiswa yang diseragamkan dan disepakati antara CI RSUD ulin dengan CT perguruan tinggi, termasuk didalamnya format laporan dan sistem penilaian.
Kunjungan Kerja di RSUP Sanglah, Denpasar (26-28 Juni 2016)
1.     RSUP Sanglah Denpasar berdiri sejak atahun 1956 dan sudah bermitra dengan berbagai perguruan tinggi di Indonesia dalam hal pembelajaran klinik di rumah sakit
2.     RSUP Sanglah sudah terakreditasi KARS dan JCI
3.     RSUP Sanglah adalah tempat pendidikan dan penelitian praktik klinik Fak. Kedokteran Universitas Udayana (UNUD) dam beberapa institusi kesehatan lain.
4.     Sistem pembiayaan di RSUP Sanglah adalah kapitasi per mahasiswa dihitung dari kebutuhan dan pemakaian alat secara keseluruhan sehingga biaya sudah termasuk pemakaian bahan habis pakai seperti spuit injeksi, masker, gloves, dll.
5.     Kuota PKL mahasiswa maksimal 35 orang per gelombang. Institusi pendidikan diupayakan sudah mengirim proposal PKL 6 bulan sebelum pelaksanaan. Pengaturan jadwal diatur oleh Diklit RSUP Sanglah berdasarkan urutan berkas proposal masuk.
6.     SOP praktik institusi pendidikan disesuaikan dengan SOP RSUP Sanglah, dengan kata lain mahasiswa diperlakukan selayaknya petugas/pegawai Rumah Sakit.
7.     Ratio mahasiswa : CI adalah 5 : 1
8.     Monitoring kehadiran mahasiswa di wahana praktik dengan system presensi, dimana jika absen 1 hari dengan keterangan akan diganti 1 hari, jika absen 1 hari tanpa keterangan akan diganti dengan 2 hari.
9.     CI dan CT melakukan pertemuan dan persamaan persepsi mengenai kompetensi capaian sebelum berlangsungnya proses PKL yang difasilitasi oleh Diklit RSUP Sanglah.
10. Perlu dibuat Buku Panduan dan Log Book oleh CT dan dikonsultasikan dengan CI untuk menyempurnakan capaian kompetensi yang diharapkan.
11. CT dari institusi pendidikan diharapkan selalu memantau mahasiswa PKL guna monitoring dan evaluasi keberhasilan PKL.
Edisi dibuang sayang, jalan-jalan kota Denpasar





Sunday, 15 January 2012

Mewakili Unlam dalam SBSV 2011 : Sebuah Reward

>

Siapa bisa menyangka dari 3 orang yang dipilih untuk berangkat mewakili Unlam dalam even sekelas Sampoerna Best Student Visit 2011 adalah aku. Pendelegasian ini tentu ada cerita menarik dibelakangnya. Sebelum banyak bercerita ada baiknya mengingat dulu ceritaku sebelumnya tentang Padang Ranah Minang yang ku ikuti dalam even Olimpiade Farmasi Indonesia III. Even SBSV ini tidak lepas dari cerita bahagiaku saat pulang berkompetisi di Padang September lalu.
Cerita ikut even SBSV bermula dengan adanya surat undangan ke Unlam yang diterima Rektorat untuk mengirimkan 3 orang delegasi untuk ikut even tersebut di kota Surabaya dan Pandaan. SBSV merupakan even tahunan Sampoerna sebagai produk CSR mereka khususnya dalam bidang pendidikan. Kali ini Sampoerna mengundang seluruh mahasiswa terbaik dari berbagai universitas untuk berkunjung dan melihat berbagai kegiatan disana. Kebetulan saat itu yang dicari adalah perwakilan mahasiwa teknik, MIPA dan ekonomi.
Perwakilan mahasiswa dari fakultas teknik dan ekonomi sudah ditentukan, yaitu saudari Dewi Rosani dan Roja. Fakultas MIPA atas penujukan oleh pembantu dekan III bidang kemahasiswaan dipilihlah aku sebagai delegasi MIPA. Sebelumnya sempat heran dan tidak menyangka, mengingat saat itu perwakilan MIPA yang cocok untuk bernagkat setidaknya orang fisika, biologi atau kimia karena cukup berhubungan dengan CSR PT Sampoerna. Namun, aku mencoba bicara dengan beliau saat itu beliau menyatakan kita tidak sempat lagi melakukan seleksi, jadi tidak masalah saya yang dikirim mengingat sebelumnya hasil seleki OFI di Padang nilai ku cukup memuaskan bagi pihak Dekanat. Aku sempat berpikir ternyata tidak sia-sia perjuangan ku di OFI kemarin dan akhirnya aku punya kesempatan emas untuk kembali bertemu dengan mahasiswa-mahasiswi luar biasa dari berbagai universitas di Indonesia.
“Surabaya I’m coming”. Hari keberangkatan tiba, disana aku bertemu dengan dua teman yang lain perwakilan dari fakuktas teknik dan ekonomi. Kami berangkat menuju Surabaya transit Jakarta (muter J). Sekitar jam 12 siang waktu Surabaya kita sampai dan langsung dijemput oleh tim panitia. Sesampainya ditempat lokasi kami langsung bergabung dan berkenalan dengan mahasiswa/I dari PTN/PTS seluruh Indonesia. Kami diajak berdiskusi, bermain bersama, mendengarkan materi, study tour dan banyak kegiatan lain yang juga mengarah ke leadership. Pengalaman singkat yang berbuah manis, karena aku menemukan banyak kenalan baru yang sangat luar biasa. Singkat cerita, hikmah dari proses ini adalah Allah SWT memberikan jalan kemudahan bagi kita yang berusaha, kita gagal pada suatu even maka kita akan diberikan kebahagiaan lain yang lebih dari sebelumnya dan kesempatan tidak akan datang dua kali. Kepada mahasiswa dan calon mahasiswa manfaatkan kesempatan kalian selagi masih bisa, gunakan untuk hal-hal positif dan jangan lupa bahagia J

Salam mahasiswa Indonesia

Monday, 5 December 2011

Seleksi MAPRES MIPA 2011

>
MAPRES atau singkatan dari Mahasiswa Berprestasi adalah sebuah program dari DIKTI sebagai bentuk apresiasi terhadap mahasiswa yang memiliki kelebihan secara akademis maupun organisasi. Seleksi MAPRES dilaksanakan dari tingkat fakultas, universitas hingga nasional. Ada beberapa universitas yang melaksanakan ditingkat program studi. Unlam sebagai salah satu perguruan tinggi negeri juga memiliki kesempatan yang sama berkompetisi dengan perguruan tinggi diseluruh Indonesia. Seleksi di Unlam khususnya fakultas MIPA dilaksanakan dengan terlebih dahulu memilih mahasiswa ditingkat prodi yang kemudian akan diseleksi lagi ditingkat fakultas. Waktu itu tahun 2011, aku dan teman-teman prodi Farmasi (4 orang) ditunjuk sebagai kandidat MAPRES dari prodi farmasi. Perasaaan campur aduk mulai dari senang, gugup hingga bingung harus persiapan seperti apa, mengingat tentu akan cukup berat seleksi yang akan dihadapi. Tim seleksi merupakan perwakilan dosen dari 6 prodi yang menguji kami secara langsung dari tahap wawancara hingga presentasi karya ilmiah.
Hari pertama adalah seleksi wawancara dengan tim penguji dimana disana digali secara mendalam kehidupan pribadi dan kemampuan berbahasa. Saat itu aku mencoba menggunakan bahasa Inggris dengan kemampuan yang terbatas. Alhamdulillah semua bias berjalan sesuai yang diharapkan. Hasil dari seleksi wawancara yang dikombinasikan dengan nilai berkas (sertifikat, kegiatan mahasiswa, organisasi, dsb) terpilihlah 5 oang (kalau tidak salah) yang berhak untuk melanjutkan presentasi karya tulis di hari kedua. Hasilnya memang luar biasa, saat itu kami dari prodi farmasi ber4 masuk 5 besar. Persiapan singkat ku lakukan dan aku memilih mengangkat judul Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang pernah ku usulkan ke DIKTI yaitu Optimalisasi Potensi Ekstrak Kayu Ulin Sebagai Produk Pasta Gigi Khas Kalimantan. Aku memperoleh giliran terakhir dalam presentasi dan diuji oleh beberapa dosen yang kelihatannya cukup tertarik dengan karya tulis yang ku buat. Hasil hari kedua pun ku rasa memuaskan dan tinggal menunggu pengumuman siapa yang akan berangkat mewakili MIPA menuju seleksi Unlam.

Pengumuman hasil pun kami peroleh, dan Alhamdulillah prodi farmasi bisa mengirimkan mahasiswanya mewakili MIPA, ialah Wenny Theresia Sinaga sebagai MAPRES MIPA 2011. Bagaimana dengan hasil yang ku peroleh? Aku harus berbangga dan bersyukur berada diposisi Runner up dan diposisi ketiga diperoleh Yulia yudha Irianti. Perjuangan yang tidak sia-sia bisa mengantarkan prodi farmasi di 3 besar MAPRES MIPA. Selamat dan sukses dan jangan pernah berhenti berusaha J

Sunday, 30 October 2011

Padang Ranah Minang

>



Padang, 23-27 September 2011 merupakan pengalaman pertama menginjakkan kaki di tanah Sumatera. Kesan pertama yang terlihat adalah kuatnya kultur minang di hampir sebagian besar kota Padang. Bandara, penginapan, Bank dan rumah-rumah yang masih menjunjung tinggi budaya khas suku Minang. Sayup-sayup terdengar dialeg bahasa Minang yang khas menambah daya tarik tersendiri pada kota ini. Saat itu, tepat diujung semester (semester 7) kuliah aku diberi amanah untuk ikut Olimpiade Farmasi Indonesia III di Padang sebagai delegasi Farmasi Unlam di bidang Farmasi Sains dan Farmasetika. Kami berangkat dari Banjarmasin bertiga bersama salah satu teman yang juga berpartisipasi sebagai peserta dan satu lagi dosen pembimbing.
Selayaknya kegiatan lomba bertajuk nasional, kami pun disambut dengan baik oleh teman-teman panitia dan sesama peserta dari kampus berbagai Universitas di Indonesia. Kampus FF Universitas Andalas ditunjuk sebagai Tuan rumah olimpiade ini. Tarian khas suku Minang memngiringi prosesi acara dilanjutkan dengan sambutan-sambutan dari panitia dan petinggi FF Unand. 
Singkat cerita hari pelaksanaan lomba pun tiba, kami dibagi menjadi dua bidang. Saya mengikuti bidang Farmasi Sains dan Farmasetika, sedangkan teman di bidang Pelayanan Farmasi. Waktu terus berjalan sampai akhirnya kami selesai mengerjakan soal dan menunggu hasil pengumuman yang masuk lima besar sore harinya.

Padang, 24 september 2011 di sore yang cerah diumumkan pemenang lima besar nilai tertinggi yang kemudiaan akan dilombakan dalam cerdas cermat. Hari yang mendebarkan, mengingat ini even nasional pertamaku dalam bidang lomba. Sejauh ini aku mengikuti even nasional selalu bertajuk organisasi dan leadership. Pengumuman pun dibacakan dan hasilnya alhamdulillah aku dan temanku belum masuk lima besar :D 
Sorak sorai mewarnai riuhnya suasana ruangan mengumumkan 5 orang finalis dibidang farmasi sains dan 5 orang dibidang pelayanan farmasi. Cerdas cermat pun dimulai dan berhasil memperoleh pemenang untuk kedua bidang diperoleh oleh mahasiswa farmasi ITB dan mereka berhak mendapatkan piala bergilir dari Komite Olimpiade Farmasi Indonesia (KOFI). Selamat buat teman-teman ITB atas prestasinya.

Padang, 25 september 2011 hari terakhir dan penutupan OFI, kami bertiga tidak langsung memilih untuk pulang, namun memperpanjang dulu masa liburan sembari menikmati kota Padang. Alhamdulillah, masih sempat merasakan kuliner Padang yang terkenal seantero negeri bahkan dunia dengan Rendangnya. Rendang yang enak dan langsung dikonsumsi di Padang membuat cita rasa yang berbeda dengan Rendang produksi RM Padang Banjarmasin. Perjalanan pun terus dilanjutkan sampailah kami di Kota Bukittinggi mengunjungi Istana Pagaruyung dan Jam Gadang.  Sepertinya belum ke Padang jika belum ke Bukittinggi dan berfoto di Jam Gadang sebagai Ikon Kota Padang. 


Puas 5 hari berada di Padang, akhirnya balik lagi ke Banjarmasin dan melanjutkan rutinitas sebagai mahasiswa semester akhir (Skripsi). Beberapa hari setelah pelaksanaan OFI, kami dikontak salah satu teman yang juga peserta OFI bahwa nilai seleksi seluruh peserta sudah bisa dilihat dan hasilnya ternyata aku berada diperingkat 8 dari 34 peserta waktu itu. Alhamdulillah ternyata masih bisa masuk 10 besar walaupun belum bisa berbicara banyak di even nasional :) setidaknya ini yang bisa ku usahakan dan perjuangkan demi membawa nama almamater tercinta. Semoga adik-adik penerus sebagai delegasi Farmasi Unlam dapat lebih mengharumkan nama almamater membawa piala OFI ke Banjarmasin, aamiin. 

Padang yang identik dengan ragam budaya, kuliner yang khas dan pribadi yang bersahabat telah memberikan pengalaman berarti.

Salam